Rabu, 18 Februari 2026

RIAU DENGAN SERUMPUN WARISAN NUSANTARA

/1/ Nusantara berarti.

Di tanah lapang matahari tersenyum lebar,

Terbentang kisah di ujung sabang hingga Merauke,

Lantunan gamelan beradu seru atas degup ombak,

Bernyanyi tentang sejarah-sejarah penuh cinta dan persatuan.

 

Di pucuk kain tenun batik kabar falsafah bergema,

Sepanjang goresan, setiap warna,

adalah jiwa dan doa-doa bersama,

Dari tangan-tangan penenun yang tak padam api hidupnya.

 

Suara tangan tari saman menggebu-gebu di atas dada,

Wayang-wayang hidup dengan cara bijak,

Keris berkilau mengkilat bukan karna tajamnya,

Tetapi karna cara, nilai yang menjaganya.

 

Rumah-rumah adat berdiri kokoh dengan kehangatan,

Menjadi wadah dari banyaknya cerita dan rahasia hidup,

Menjadi saksi bagaimana kita hidup dengan keberagaman,

Menjadi tempat di mana kita sedih, senang menjadi satu.

Warisan bukan debu yang bisa menghilang begitu saja,

Ia adalah jantung, hati seluruh dunia.

/2/ Cermin warisan dan tubuh bangsa

Diujung tepian Sungai Siak teduh,

Menarilah sejarah, kisah kala itu,

Ombak-ombak itu mengantongi seluruh,

Marwah-marwah yang telah dijaga waktu,

 

Pohon Pulai berdenting dibibir Sumatra

Mengkilatnya bak kunang-kunang semesta

Jika bukan karena warisan, dan bangsa

Mungkin takkan hidup raga nusantara

 

Suara gendang kompang menggebu-gebu,

Zapin menari di bawah pelita bintang,

tak hanya sekadar menari,

tapi tentang sopan, tantang raga yang dibawa Marwah,

kau, Riau bukan sekadar nama peta,

kau, bak helai kehangantan tergerai di tubuh bangsa,

kupandang jiwa Riau pada sabana sunyi,

tempat melayu kokoh dengan santun.

 

karena Riau telah menjadi saksi:
bahwa bangsa besar lahir dari kesetiaan pada budayan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GENANGAN

Di lekuk nabastala yang redup, Rintik hujan menjahit sunyi utas air, Jatuh dengan tenang— Bak doa-doa luruh dibibir jagat.   Tetesannya liri...