Aku mengetuk banyaknya pintu
Melambai semesta dengan tangan terbuka,
Bertanya adakah cinta yang tak pernah pudar,
Yang tak tergantikan fana kehadiranya.
Aku mencari pada gelapnya malam
Di bawah terangnya bintang-bintang
Kutemui cahaya dunia namun,
Redup Ketika fajar itu tiba
Kucari pada lubuk insan
Namun rapuh saat diuji luka,
Hinggaku dengar suara hampa bebas berujar
Dari sajadah yang dibasahi doa-doa
Dari ayat-ayat yang meresap dalam tubuh,
Cinta-mu, Tuhan, tak bertubir,
Tak berhenti, tak habis
Mengobati luka yang dalam
Menghidupkan lubuk diri yang padam
Setiap hembusan-hembusan napas,
Kasihmu yang bak menyelimuti,
Setiap luka dan rintik air mata
Belaian-Mu yang selalu mengobati,
Aku hanyalah
debu yang tak terlihat
Namun kau masih tetap memberiku
semua tanpa syarat,
Tuhan,
biarlah hatiku luluh bersinggah,
Dalam langit-langitmu yang penuh
Biarlah jiwaku menaruh pada-Mu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar