Rabu, 18 Februari 2026

MENCARI JEJAK CINTA ABADI

Aku mengetuk banyaknya pintu

Melambai semesta dengan tangan terbuka,

Bertanya adakah cinta yang tak pernah pudar,

Yang tak tergantikan fana kehadiranya.

 

Aku mencari pada gelapnya malam

Di bawah terangnya bintang-bintang

Kutemui cahaya dunia namun,

Redup Ketika fajar itu tiba

 

Kucari pada lubuk insan

Namun rapuh saat diuji luka,

 

Hinggaku dengar suara hampa bebas berujar

Dari sajadah yang dibasahi doa-doa

Dari ayat-ayat yang meresap dalam tubuh,

 

Cinta-mu, Tuhan, tak bertubir,

Tak berhenti, tak habis

Mengobati luka yang dalam

Menghidupkan lubuk diri yang padam

 

Setiap hembusan-hembusan napas,

Kasihmu yang bak menyelimuti,

Setiap luka dan rintik air mata

Belaian-Mu yang selalu mengobati,

 

 Aku hanyalah debu yang tak terlihat

Namun kau masih tetap memberiku

 semua tanpa syarat,

 

Tuhan,

biarlah hatiku luluh bersinggah,

Dalam langit-langitmu yang penuh

Biarlah jiwaku menaruh pada-Mu

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GENANGAN

Di lekuk nabastala yang redup, Rintik hujan menjahit sunyi utas air, Jatuh dengan tenang— Bak doa-doa luruh dibibir jagat.   Tetesannya liri...