Sudahkah engkau melihat perjuanganya?
Berhari-hari, membawa mantra-mantra Bahasa
Menyisir waktu untuk mengenal sastra
Menumbalkan karya
Menyulap keburukan Bahasa
Seolah mengantongi
harta
Mengukir bingkai indah
Doa-doa mengalir
Seperti angin mengantongi dunia
Menyapa kebahagiaan
Tabah menunggu perjuangan
Perjalanan sang sastrawan
Bagaikan bulan berseteru
Menenun waktu demi waktu
Seolah takdir menyapa
Bintang berbinar di ujung semesta
Tirani datang membawa gunjingan
Hujan menghunjam dunia
Karya hanyut terbawa angin
Bahasa asmaraloka
Merawat tubuh malam
Menata pintu
kesedihan
Menilik masa lalu
Menarungkan
doa pengharapan
Mengelus
lembut cahaya malam
Menangkap Bahasa-bahasa asing
Melewati dimensi perjuangan
Menepuk Pundak kenangan
Tenggelam di laut malam yang gigil
Gagal membawa
kehidupan sastra
Angin
menyimpan kesedihan
Menuntun
kebenaran
Di bawah
gelombang kesunyian
Dalam
hari-hari remang
Aku
terus-menerus meminta
Agar semesta
berhenti bersedih
Mengayuh
jalan
Demi
menemukan kebahagiaan
Menyimak
gosip dunia
Bersandar di
atas kesedihan
Semesta
menaiki derajat sastrawan
Berhasil
membawa nama sastra
kesedihan
terbayar oleh kebahagiaan
seperti laut
di penuhi kehormatan
Sidoarjo, oktober, 2024

Tidak ada komentar:
Posting Komentar