Rabu, 18 Februari 2026

PERJUANGAN SASTRAWAN BAHASA DAN SASTRA

Sudahkah engkau melihat perjuanganya?

Berhari-hari, membawa mantra-mantra Bahasa

Menyisir waktu untuk mengenal sastra

 

Menumbalkan karya

Menyulap keburukan Bahasa

Seolah mengantongi  harta

Mengukir bingkai indah

 

Doa-doa mengalir

Seperti angin mengantongi dunia

Menyapa kebahagiaan

Tabah menunggu perjuangan

 

Perjalanan sang sastrawan

Bagaikan bulan berseteru

Menenun waktu demi waktu

Seolah takdir menyapa

 

Bintang berbinar di ujung semesta

Tirani datang membawa gunjingan

Hujan menghunjam dunia

Karya hanyut terbawa angin

 

Bahasa asmaraloka

Merawat tubuh malam

Menata pintu kesedihan

Menilik masa lalu

Menarungkan doa pengharapan

 

Mengelus lembut cahaya malam

Menangkap Bahasa-bahasa asing

Melewati dimensi perjuangan

Menepuk Pundak kenangan

 

Tenggelam di laut malam yang gigil

Gagal membawa kehidupan sastra

Angin menyimpan kesedihan

Menuntun kebenaran

 

Di bawah gelombang kesunyian

Dalam hari-hari remang

Aku terus-menerus meminta

Agar semesta berhenti bersedih

 

Mengayuh jalan

Demi menemukan kebahagiaan

Menyimak gosip dunia

Bersandar di atas kesedihan

 

Semesta menaiki derajat sastrawan

Berhasil membawa nama sastra

kesedihan terbayar oleh kebahagiaan

seperti laut di penuhi kehormatan

 

Sidoarjo, oktober, 2024

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GENANGAN

Di lekuk nabastala yang redup, Rintik hujan menjahit sunyi utas air, Jatuh dengan tenang— Bak doa-doa luruh dibibir jagat.   Tetesannya liri...